Showing posts with label Animals. Show all posts
Showing posts with label Animals. Show all posts

Thursday, February 17, 2011

Kepiting


Aneh. Kepiting ini memiliki cangkang yang bertuliskan huruf Arab. "Setelah disiram air panas, kemudian disiram lagi dengan air dingin, ternyata dari cangkang kepiting ini muncul tulisan. Seperti huruf Arab," ujar Serka ARMADA HENDRAWAN anggota POMDAM V Brawijaya, yang pertama kali melihat kepiting itu, Selasa (31/07). [surabaya.net]



Sunday, April 22, 2007

Heboh Kucing Berlafal 'Allah' di Tangerang


29/03/2007 07:26 WIB - Gagah Wijoseno - detikcom

Jakarta - Setelah heboh tentang lafal Allah di jilatan api lumpur Lapindo, terong, awan, dan juga pohon, kali ini lafal Allah juga terlihat pada badan seekor kucing. Kucing yang bernama Si Belang ini pun jadi bahan perbincangan banyak orang.

Sepintas, rumah sederhana yang terletak di Jl Puspiptek Raya, Ampera Poncol, Tangerang, itu memang terlihat tidak ada yang istimewa. Namun, bila ditengok ke ruang dalam, rumah pasangan Ade Yusuf (35) dan Eti Ariyanti (31) ini memang memiliki daya tarik tersendiri.

Daya tarik itu tak lain adalah si Belang. Kucing betina ini menjadi daya tarik, karena corak bulu di sisi kanan dan kiri perutnya membentuk lafal Allah. Lafal Allah dalam tulisan Arab itu memang sangat jelas terlihat.

Kepada detikcom, Rabu (28/3/2007), Eti menceritakan, kucing istimewa itu didapat dari saudaranya yang tinggal di daerah Buaran, Tangerang. Suaminyalah yang memboyong pulang ke rumah.

"Suami saya pergi ke rumah saudara buat ambil aquarium. Ketika di sana, saat suami jongkok, tiba-tiba dicakar oleh kucing itu. Pas pulang kepikiran terus. Kata suami saya kucingnya cakep. Malamnya, pas malam Jumat saya diajak untuk ngambil kucing itu," kenang Eti.

Corak bulu si Belang sebenarnya sudah membentuk lafal Allah sejak pertama kali tiba di rumah Eti setahun yang lalu. Hanya saja kian lama, pola itu semakin jelas terukir di bulunya yang merupakan kombinasi dari warna hitam, kuning pucat, dan putih.

Keunikan Si Belang menarik perhatian beberapa kerabat dan teman dekat Eti. Eti pernah ditawari untuk membawa Si Belang ke orang pintar untuk mengetahui maknanya. "Saya pernah disuruh majikan saya. Tapi saya malas ah. Nanti di sana disuruh bayar, lagian saya juga nggak ada waktu buat yang gitu-gituan," tuturnya.

Eti mengakui ia dan keluarganya sangat menyayangi Si Belang. Si Belang tergolong kucing yang tahu diri dan menghargai kebersihan. "Dia itu kalau buang air nggak pernah di dalam rumah. Terus nggak pernah nyolong atau ganggu orang lagi kumpul-kumpul makan," ujar Eti.

Saat ini Si Belang dibiarkan saja bermain sesuka hatinya di luar ruangan. Dia baru saja melahirkan 2 anaknya. Tapi, kata Bu Eti, bulu-bulu di tubuh anak Si Belang tidak ada yang menyerupai induknya.(gah/asy)

Thursday, March 29, 2007

Sekerat daging sapi kurban


Sekerat daging sapi kurban Tasikmalaya 31 Desember 2006 (Hewan Qurban)

http://swaramuslim.com/

Saturday, February 03, 2007

Fisika di Balik Keindahan Bulu Merak


Tak seorang pun yang memandang corak bulu merak kuasa menyembunyikan kekaguman atas keindahannya. Satu di antara penelitian terkini yang dilakukan para ilmuwan telah mengungkap keberadaan rancangan mengejutkan yang mendasari pola-pola ini.

Para ilmuwan Cina telah menemukan mekanisme rumit dari rambut-rambut teramat kecil pada bulu merak yang menyaring dan memantulkan cahaya dengan aneka panjang gelombang. Menurut pengkajian yang dilakukan oleh fisikawan dari Universitas Fudan, Jian Zi, dan rekan-rekannya, dan diterbitkan jurnal Proceedings of the National Academy of Sciences, warna-warna cerah bulu tersebut bukanlah dihasilkan oleh molekul pemberi warna atau pigmen, akan tetapi oleh struktur dua dimensi berukuran teramat kecil yang menyerupai kristal. (1)

Zi dan rekan-rekannya menggunakan mikroskop elektron yang sangat kuat untuk menyingkap penyebab utama yang memunculkan warna pada bulu merak. Mereka meneliti barbula pada merak hijau jantan (Pavo rnuticus). Barbula adalah rambut-rambut mikro yang jauh lebih kecil yang terdapat pada barb, yakni serat bulu yang tumbuh pada tulang bulu. Di bawah mikroskop, mereka menemukan desain tatanan lempeng-lempeng kecil berwarna hitam putih, sebagaimana gambar di sebelah kanan. Desain ini tersusun atas batang-batang tipis yang terbuat dari protein melanin yang terikat dengan protein lain, yakni keratin. Para peneliti mengamati bahwa bentuk dua dimensi ini, yang ratusan kali lebih tipis daripada sehelai rambut manusia, tersusun saling bertumpukan pada rambut-rambut mikro. Melalui pengkajian optis dan penghitungan, para ilmuwan meneliti ruang yang terdapat di antara batang-batang tipis atau kristal-kristal ini, berikut dampaknya. Alhasil, terungkap bahwa ukuran dan bentuk ruang di dalam tatanan kristal tersebut menyebabkan cahaya dipantulkan dengan beragam sudut yang memiliki perbedaan sangat kecil, dan dengannya memunculkan aneka warna.

"Ekor merak jantan memiliki keindahan yang memukau karena pola-pola berbentuk mata yang berkilau, cemerlang, beraneka ragam dan berwarna," kata Zi, yang kemudian mengatakan, "ketika saya memandang pola berbentuk mata yang terkena sinar matahari, saya takjub akan keindahan bulu-bulu yang sangat mengesankan tersebut."(2) Zi menyatakan bahwa sebelum pengkajian yang mereka lakukan, mekanisme fisika yang menghasilkan warna pada bulu-bulu merak belumlah diketahui pasti. Meskipun mekanisme yang mereka temukan ternyata sederhana, mekanisme ini benar-benar cerdas.

Jelas bahwa terdapat desain yang ditata dengan sangat istimewa pada pola bulu merak. Penataan kristal-kristal dan ruang-ruang [celah-celah] teramat kecil di antara kristal-kristal ini adalah bukti terbesar bagi keberadaan desain ini. Pengaturan antar-ruangnya secara khusus sungguh memukau. Jika hal ini tidak ditata sedemikian rupa agar memantulkan cahaya dengan sudut yang sedikit berbeda satu sama lain, maka keanekaragaman warna tersebut tidak akan terbentuk.

Sebagian besar warna bulu merak terbentuk berdasarkan pewarnaan struktural. Tidak terdapat molekul atau zat pewarna pada bulu-bulu yang memperlihatkan warna struktural, dan warna-warna yang serupa dengan yang terdapat pada permukaan gelembung-gelembung air sabun dapat terbentuk. Warna rambut manusia berasal dari molekul warna atau pigmen, dan tak menjadi soal sejauh mana seseorang merawat rambutnya, hasilnya tidak akan pernah secemerlang dan seindah bulu merak.

Telah pula dinyatakan bahwa desain cerdas pada merak ini dapat dijadikan sumber ilham bagi rancangan industri. Andrew Parker, ilmuwan zoologi dan pakar pewarnaan di Universitas Oxford, yang menafsirkan penemuan Zi mengatakan bahwa penemuan apa yang disebut sebagai kristal-kristal fotonik pada bulu merak memungkinkan para ilmuwan meniru rancangan dan bentuk tersebut untuk digunakan dalam penerapan di dunia industri dan komersial. Kristal-kristal ini dapat digunakan untuk melewatkan cahaya pada perangkat telekomunikasi, atau untuk membuat chip komputer baru berukuran sangat kecil. (3)

Jelas bahwa merak memiliki pola dan corak luar biasa dan desain istimewa, dan berkat mekanisme yang sangat sederhana ini, mungkin tidak akan lama lagi, kita akan melihat barang dan perlengkapan yang memiliki lapisan sangat cemerlang pada permukaannya. Namun, bagaimanakah desain memesona, cerdas dan penuh ilham semacam ini pertama kali muncul? Mungkinkah merak tahu bahwa warna-warni pada bulunya terbentuk karena adanya kristal-kristal dan ruang-ruang antar-kristal pada bulunya? Mungkinkah merak itu sendiri yang menempatkan bulu-bulu pada tubuhnya dan kemudian memutuskan untuk menambahkan suatu mekanisme pewarnaan padanya? Mungkinkah merak telah merancang mekanisme itu sedemikian rupa sehingga dapat menghasilkan desain yang sangat memukau tersebut? Sudah pasti tidak.

Sebagai contoh, jika kita melihat corak mengagumkan yang terbuat dari batu-batu berwarna ketika kita berjalan di sepanjang tepian sungai, dan jika kita melihat pula bahwa terdapat pola menyerupai mata yang tersusun menyerupai sebuah kipas, maka akan muncul dalam benak kita bahwa semua ini telah diletakkan secara sengaja, dan bukan muncul menjadi ada dengan sendirinya atau secara kebetulan. Sudah pasti bahwa pola-pola ini, yang mencerminkan sisi keindahan dan yang menyentuh cita rasa keindahan dalam diri manusia, telah dibuat oleh seorang seniman. Hal yang sama berlaku pula bagi bulu-bulu merak. Sebagaimana lukisan dan desain yang mengungkap keberadaan para seniman yang membuatnya, maka corak dan pola pada bulu merak mengungkap keberadaan Pencipta yang membuatnya. Tidak ada keraguan bahwa Allahlah yang merakit dan menyusun bentuk-bentuk mirip kristal tersebut pada bulu merak dan menghasilkan pola-pola yang sedemikian memukau bagi sang merak. Allah menyatakan Penciptaannya yang tanpa cacat dalam sebuah ayat Al Qur'an:

Dialah Allah Yang Menciptakan, Yang Mengadakan, Yang Membentuk Rupa, Yang Mempunyai Nama-Nama Yang Paling baik Bertasbih KepadaNya apa yang ada di langit dan di bumi. Dan Dialah Yang Mahaperkasa lagi Maha Bijaksana. (QS. Al Hasyr, 59:24)

Thanks to dudung.net

Sunday, January 21, 2007

Hikmah Penyembelihan Hewan secara Islami

Penelitian Professor Schultz dan Dr. Hazim dari Universitas Jerman melakukan percobaan dengan menggunakan Electroencephalograph (EEG) dan electrocardiogram (ECG) membuktikan proses pembunuhan hewan dengan antar metode halal dan barat.

Metode Penelitian :

  1. Beberapa elektroda ditanam melalui pembedahan dengan berbagai titik yang berbeda dari kepala hewan dan menyentuh permukaan otak.
  2. Hewan-hewan tersebut dibiarkan untuk melalui proses pemulihan setelah pembedahan selama beberapa minggu.
  3. Beberapa hewan disembelih dengan cepat, menyembelih dengan pisau yang tajam pada leher dengan memotong pembuluh vena dan nadi carotid. (Metode Halal)
  4. Beberapa hewan dibunuh dengan pistol kejut (Metode Barat)
  5. Selama eksperimen, EEG dan ECG di semua binatang digunakan untuk merekam kondisi dari jantung dan otak sepanjang keadaan penyembelihan dan penembakan.

Hasil penelitian :

Metode Halal

  1. Tiga detik pertama setelah penyembelihan dengan metode halal pada EEG tidak terdapat perubahan dari sebelum penyembelihan. Hal ini menandakan bahwa hewan tidak merasakan sakit akibat pemotongan leher.
  2. Setelah 3 detik tersebut EEG memperlihatkan kondisi pingsan dari hewan tersebut karena kehilangan banyak darah dari tubuhnya.
  3. Setelah 6 detik. EEG menyentuh level 0, yang menandakan tidak merasakan sakit.
  4. Ketika level 0 sudah tercapai, jantung masih bekerja dan tulang belakang melakukan reflek yang menyebabkan darah keluar dari tubuh. Hal inilah yang menyebabkan daging menjadi higenis (sehat) untuk dikonsumsi.

Metode Barat

  1. Setelah penembakan, hewan tampak tidak sadar.
  2. EEG memperlihatkan sakit setelah penembakan tersebut.
  3. Setelah penyetruman jantung berhenti berdetak, hal ini menyebabkan banyak darah yang masih tersimpan dalam tubuh. Sehingga tidak layak dikonsumsi.
Penelitian diatas menunjukkan pembunuhan hewan dengan metode Halal (Islam) lebih baik daripada metode barat dengan menghasilkan daging yang lebih higenis. Selain itu penelitian ini mementahkan pendapat para pembela hak asasi hewan bahwa Islam telah show off(pamer) praktek barbar pada saat hari Idul Adha dengan menumpahkan darah hewan sebanyak-banyaknya dan membuat hewan tersakiti. Menurut mereka metode barat lebih humanis dari metode halal. Konon cara mereka dapat mengurangi rasa sakit pada hewan. Justru dengan metode barat hewan tersakiti.

Islam sebagai agama syamil dan kamil telah mengajarkan bagaimana cara penyembelihan hewan yang benar.

“Sesungguhnya Allah mewajibkan untuk berbuat baik kepada sesuatu. Oleh karena itu jika kamu membunuh, maka perbaikilah cara membunuhnya, dan apabila kamu menyembelih maka perbaikilah cara menyembelihnya dan tajamkanlah pisaunya serta mudahkanlah penyembelihannya itu.” (Riwayat Muslim)

Diriwayatkan oleh Ibnu Abbas, bahwa ada seorang yang membaringkan seekor kambing sambil ia mengasah pisaunya, maka kata Nabi:

“Apakah kamu akan membunuhnya, sesudah dia menjadi bangkai? Mengapa tidak kamu asah pisaumu itu sebelum binatang tersebut kamu baringkan?”

(Riwayat Hakim)

Makanan yang halal lebih banyak jumlahnya daripada yang haram. Mengapa malah mencari yang haram ?

Moslem Student Organization - University of Miami

Islamic method of Slaughtering animals is better


Al Shaddad Bin Aous has quoted this tradition of the Holy Prophet (P.B.U.H.) "God calls for mercy in everything, so be merciful when you kill and when you slaughter, sharpen your blade to relieve its pain".

Many allegations have been made that Islamic slaughter is not humane to animals. However, Professor Schultz and his colleague Dr. Hazim of the Hanover University, Germany, proved through an experiment, using an electroencephalograph (EEG) and electrocardiogram (ECG) that *Islamic slaughter is THE humane method of slaughter* and captive bolt stunning, practiced by the Western method, causes severe pain to the animal. The results surprised many.

EXPERIMENTAL DETAILS:

1. Several electrodes were surgically implanted at various points of the skull of all animals, touching the surface of thebrain.
2. The animals were allowed to recover for several weeks.
3. Some animals were slaughtered by making a swift, deep incision with a sharp knife on the neck cutting the jugular veins and carotid Arteries of both sides; as also the trachea and esophagusHalal Method.
4. Some animals were stunned using a captive bolt pistol humane slaughter by the western method.
5. During the experiment, EEG and ECG were recorded on all animals to record the condition of the brain and heart during the course of slaughter and stunning.

RESULTS AND DISCUSSION:

I - Halal Method
1. The first three seconds from the time of Islamic slaughter as recorded on the EEG did not show any change from the graph before slaughter, thus indicating that the animal did not feel any pain during or immediately after the incision.
2. For the following 3 seconds, the EEG recorded a condition of deep sleep - unconsciousness. This is due to a large quantity of blood gushing out from the body.
3. After the above mentioned 6 seconds, the EEG recorded zero level, showing no feeling of pain at all.
4. As the brain message (EEG) dropped to zero level, the heart was still pounding and the body convulsing vigorously (a reflex action of the spinal cord) driving maximum blood from the body: resulting in hygienic meat for the consumer.

II - Western method by C.B.P. Stunning
1. The animals were apparently unconscious soon after stunning.
2. EEG showed severe pain immediately after stunning.
3. The hearts of the animal stunned by C.B.P. stopped beating earlier as compared to those of the animals slaughtered according to the Halal method resulting in the retention of more blood inthe meat. This in turn is unhygienic for the consumer.

Thanks to Muslim Students Organization - University of Miami

Friday, December 22, 2006

Friday, February 17, 2006

Allah's name appears as a birthmark on a lamb born in Palestine




Here is the article from BBC News:

Hordes flocking to 'miracle' lamb

Palestinians have been flocking to see a lamb which seems to have a birthmark spelling out the Arabic word for God, "Allah", in its coat.

Owner Yahya Atrash, from the West Bank town of Hebron, told Reuters the animal was born on Monday, when militant leader Sheikh Ahmed Yassin was killed.

He told Reuters the timing was "clear evidence of God's existence".

Sheikh Yassin, spiritual leader of the Hamas militant group, was killed in an Israeli missile strike.

Israel says he was involved in planning suicide attacks.

"This sheep was born in memory of the martyrdom of the great hero Sheikh Ahmed Yassin," the farmer said.

"We hope that the birth of this sheep is a lesson for the living in the same way... the martyrdom is a lesson for us here in Palestine."

Many Palestinians travelled through several Israeli army checkpoints to view the lamb, who some claim also has "Muhammad" written on his other flank, after the Prophet.

Thanks to miracle of ISLAM

Thursday, February 16, 2006

Wednesday, February 15, 2006

Wednesday, February 08, 2006